Trade Expo Indonesia ke-36, BP2MI Undang Perwakilan RI Bahas Peluang Kerja di Luar Negeri

  • Whatsapp
Trade Expo Indonesia ke-36, BP2MI Undang Perwakilan RI Bahas Peluang Kerja di Luar Negeri
Agenda TEI tahun 2021 lalu berlanjut dengan Virtual Employment Business Forum (EBF) yang merupakan pertemuan koordinasi virtual antara BP2MI dengan Perwakilan RI dan instansi pemerintah terkait (Foto : dok.Humas BP2MI)

AKUUPDATE.ID,Jakarta – Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) kembali berpartisipasi dalam kegiatan Trade Expo Indonesia (TEI) yang merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN), Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

Sejak tahun 2007, BP2MI telah berpartisipasi dalam kegiatan ini untuk mempromosikan angkatan kerja Indonesia dan menginformasikan peluang bagi PMI dari calon pemberi kerja yang menghadiri acara tersebut, serta melakukan pertemuan bilateral dengan berbagai mitra terkait masalah ketenagakerjaan. BP2MI mengikuti secara virtual pembukaan Trade Expo Indonesia – Digital Edition (TEI-DE) Tahun 2021 yang dibuka secara resmi oleh Presiden RI Joko Widodo di Command Center Gedung BP2MI, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (21/10/2021).

Bacaan Lainnya

akuupdate.id

Di sela-sela acara pembukaan tersebut, Deputi Penempatan dan Pelindungan Kawasan Amerika dan Pasifik, Lasro Simbolon menyatakan BP2MI berpartisipasi dalam kegiatan ini sebagai exhibitor. Dalam kesempatan ini, Lasro menyampaikan tentang prioritas kebijakan Pemerintah RI terkait tata kelola penempatan PMI yang terlatih dan profesional, kapasitas dan kesiapan PMI mengisi peluang-peluang kerja yang tersedia di berbagai negara, dan mengoptimalkan partisipasi dalam TEI-DE tahun ini dengan mempromosikan kesiapan, kemampuan, dan kebijakan Indonesia mendorong, mengelola secara baik, penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) Profesional ke berbagai belahan dunia.

Agenda TEI tahun 2021 lalu berlanjut dengan Virtual Employment Business Forum (EBF) yang merupakan pertemuan koordinasi virtual antara BP2MI dengan Perwakilan RI dan instansi pemerintah terkait mengenai peluang pasar kerja di negara tujuan penempatan. Diadakan di Command Center BP2MI, Jakarta, Selasa (26/10/2021), kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Utama BP2MI, Tatang Budie Utama Razak mewakili Kepala BP2MI, Benny Rhamdani.

“Selama dua tahun terakhir TEI diselenggarakan secara virtual dan BP2MI selalu aktif berpartisipasi dengan membuka stand. Sektor penempatan PMI memiliki arti penting dan strategis karena Indonesia memiliki angkatan kerja yang sangat besar. Kita akan meningkatkan tenaga terampil dan profesional, serta mengelola yang nonprosedural,” ungkap Tatang.

Tatang juga menjelaskan bahwa BP2MI terus menghadapai tantangan terhadap penempatan PMI ke luar negeri, salah satunya karena masih ada pengiriman ilegal PMI. BP2MI menyatakan perang terhadap pengiriman ilegal tersebut dan mengajak agar seluruh pihak juga bekerjasama dalam hal ini.

“Dengan kerja bersama seluruh pihak dan dengan tata kelola penempatan yang baik, perlahan-lahan pengiriman ilegal ini akan menipis. Memang hal ini adalah tantangan yang besar, tapi bisa diwujudkan. Semoga kegiatan ini dapat membuka cakrawala kita untuk melihat kesempatan yang ada di banyak negara,” jelas Tatang.

Tak lupa Tatang berterimakasih kepada semua pihak yang telah memperkenalkan PMI terhadap potensial user di negara masing-masing. Diharapkan forum ini dapat mengoptimalkan sinergi dan kolaborasi antara BP2MI dengan seluruh pihak.

Sementara itu dalam acara tersebut, Lasro Simbolon juga menyampaikan bahwa membenahi tata kelola penempatan antara lain dengan melakukan shifting prioritas dari penempatan dari CPMI low skilled ke skilled, merupakan bagian dari penguatan perlindungan bagi PMI.

“Kita perlu menyiasati bersama mengenai penempatan PMI, khususnya untuk destinasi yang baru. Misalnya kita bisa mengoptimalkan peluang kerja dengan mendalami dan menyiasati jenis visa kerja yang tepat di beberapa negara. Semoga kegiatan ini dapat mempertemukan secara produktif para PMI dengan potensial employers yang akan hadir,” jelas Lasro.

Dalam virtual EBF ini, hadir beberapa Duta Besar yang menjelaskan mengenai peluang kerja PMI di negara tersebut, sebut saja Duta Besar Indonesia untuk Afrika Selatan, Salman Al Farisi; Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Hermono; Duta Besar Indonesia untuk Qatar, Ridwan Hassan, Wakil Duta Besar Indonesia untuk Belanda, Freddy Martin Panggabean; Konjen RI Osaka, Diana Sutikno; Konjen RI Chicago, Meri Binsar Simorangkir; Pejabat KBRI untuk Suriname, Hanggoro Nurcahyo; dan lain-lain. Acara diskusi ini dimoderatori oleh Direktur Penempatan Kawasan Amerika dan Pasifik, Yana Anusasana.

Masing-masing Duta Besar menjelaskan kondisi PMI di negara masing-masing, serta peluang kerja, dengan bidang pekerjaan maupun jenis pekerjaan di negara penempatan tersebut yang bisa dimanfaatkan oleh para CPMI. Dipaparkan pula tantangan yang kira-kira akan dihadapi oleh para CPMI serta saran kepada para perusahaan di Indonesia yang berminat mengirimkan tenaga kerja asing. **

Pos terkait