Migrasi Aman,BP2MI Sosialisasikan Peluang Kerja ke Luar Negeri di Desa Buntet

  • Whatsapp
Migrasi Aman,BP2MI Sosialisasikan Peluang Kerja ke Luar Negeri di Desa Buntet
Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Eropa dan Timur Tengah, Irjen Pol. Achmad Kartiko (Foto : dok.Humas BP2MI)

AKUUPDATE.ID,Cirebon – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Wilayah Jawa Barat mensosialisasikan peluang kerja ke luar negeri dan bermigrasi secara aman. Agenda tersebut diikuti oleh 150 peserta yang berasal dari berbagai Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Madrasah Aliyah (MA), perguruan tinggi, serta masyarakat di sekitar Desa Buntet, Kabupaten Cirebon, Selasa (26/10/2021).

Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Eropa dan Timur Tengah, Irjen Pol. Achmad Kartiko mengatakan bekerja ke luar negeri merupakan hak setiap warga negara. Landasan filosofisnya adalah setiap warga negara berhak untuk mendapatkan pekerjaan dan mendapatkan penghidupan yang layak.

Bacaan Lainnya

akuupdate.id

“Namun karena penduduk kita sangat luar biasa besar, di mana kita memiliki bonus demografi tapi dengan lapangan kerja yang terbatas, sehingga kita mendorong angkatan-angkatan muda yang masih produktif, untuk bekerja di luar, karena di samping untuk memperbaiki kehidupannya, juga untuk membantu perekonomian negara kita,” ujar Kartiko, di Pondok Pesantren Darul Hijroh Buntet, Kabupaten Cirebon saat membuka sosialisasi.

Lebih lanjut Kartiko menyampaikan, informasi kisaran gaji yang akan didapat para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri jauh dari UMR (Upah Minimum Rata-Rata) di tanah air.

“Contohnya kalau di Korea saja gajinya sekitar 22 juta, kalau di Taiwan sekitar 30 juta lebih tergantung bidang pekerjaannya. Selain itu kita juga ada program Government to Government (G to G) di Jepang, untuk bekerja sebagai kangoshi atau nurse dan careworker, itu gajinya bisa sekitar 100 sampai 200 ribu yen. Kemudian ada program Triple Win yang sedang dirintis untuk mengirim perawat ke Jerman dengan melibatkan pemerintah Jerman dan Indonesia,” lanjut Kartiko.

Kartiko juga menghimbau kepada para peserta yang hadir, bila ingin bekerja ke luar negeri, agar dapat memperoleh informasi yang benar, melalui kantor Dinas Ketenagakerjaan setempat, serta kantor UPT BP2MI di daerah.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM), Ahnas, menyampaikan empat kriteria kesiapan yang harus dipenuhi para Calon PMI.

“Kalau kita berniat ke luar negeri, berniatlah yang ikhlas dengan cara melengkapi dokumen. Yang kedua adalah siap kompetensi, artinya ketika kita ingin bekerja ke luar negeri, kompetensi apa yang kita persiapkan sesuai jabatan yang kita tuju. Yang ketiga adalah kemampuan bahasa, supaya kita ini siap kerja. Kemudian yang keempat adalah siap dengan budaya yang harus kita ketahui di luar negeri,” kata Ahnas.

Dalam sesi selanjutnya, Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon, Yoga Setiawan menegaskan pentingnya sosialisasi yang dilakukan oleh BP2MI ini.

“Sosialisasi ini penting karena memberikan pengetahuan dan informasi kepada masyarakat. Jangan sampai yang tadinya kita ingin jadi PMI untuk membahagiakan keluarga yang ada di Cirebon, namun karena kurangnya informasi akhirnya kita tersesat,” tegas Yoga.

Turut hadir dalam kegiatan sosialisasi yaitu Kepala UPT BP2MI Wilayah Jawa Barat, Kombes Pol. Erwin Rachmat; Koordinator Penempatan Pemerintah Kawasan Asia Tenggara Dan Afrika, Sonni Anna; dan perwakilan Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon, Daniel L. Amin. **

Pos terkait