Implementasi IA-CEPA, Momentum Tepat Pulihkan Ekonomi Indonesia dan Australia

  • Whatsapp
Implementasi IA-CEPA, Momentum Tepat Pulihkan Ekonomi Indonesia dan Australia
Mendag RI saat menghadiri IndOz Conference 2021 bersama Menteri Perdagangan, Investasi, dan Pariwisata Australia, Daniel Thomas Tehan secara hybrid di Brisbane, Australia (16/09/2021).(dok.Kemlu )

​ AUSTRALIA,AKUUPDATE.ID  – Menteri   Perdagangan   RI   Muhammad   Lutfi   menyampaikan, implementasi  Indonesia-Australia  Comprehensive  Economic  Partnership  Agreement (IA-CEPA)  dapat dimanfaatkan  semaksimal  mungkin  oleh  seluruh  pemangku  kepentingan dalam  masa  pemulihan ekonomi. Hal  tersebut  disampaikan  Mendag  RI saat  menghadiri  IndOz  Conference  2021  bersama  Menteri Perdagangan, Investasi, dan Pariwisata Australia, Daniel Thomas Tehan secara hybrid di Brisbane, Australia (16/09/2021).

“Nilai total perdagangan kedua negara pada periode Januari—Juli 2021 yang tercatat sebesar USD 6,82 miliar,  tidak  hanya  mengindikasikan  sinyalemen  pemulihan  ekonomi  Indonesia  yang  terus membaik,  tetapi  juga  merefleksikan  momentum  tepat  untuk  memanfaatkan  sebesar-besarnya implementasi  IA-CEPA. Keberadaan  IA-CEPA  sangat  relevan  dalam  upaya  pemulihan  ekonomi kedua negara di tengah situasi pandemi Covid-19,” jelas Mendag.

Bacaan Lainnya

akuupdate.id

Duta  Besar  RI  untuk  Australia  merangkap  Vanuatu  Kristiarto  Legowo  menekankan, IA-CEPA  tidak hanya  ditujukan  untuk  memperoleh  keuntungan  bisnis  semata.“ IA-CEPA diyakini juga dapat memberikan  manfaat besar bagi  kesejahteraan  masyarakat  kedua  negara  dan  dalam  konteks mendorong   upaya   pemulihan   ekonomi di   tengah   masa   pendemi   Covid-19,” terang Dubes Kristiarto.

IndOz Conference adalah salah satu kegiatan besar di Brisbane dan merupakan ajang mempererat hubungan  dunia  usaha,  industri,  pemerintah  Indonesia  dan Australia  yang terdiri atas kegiatan forum  bisnis, networking  dinner, dan  festival  budaya. 

Tahun  ini,  IndOz  Conference  dihadiri  lebih dari  300  orang  yang  terdiri  atas  para  pelaku  usaha,  akademisi,  pemerintah  daerah  Queensland, dan pemerintah federal Australia. Beberapa diantaranya yaitu MachEnergy, Adaro, The University of  Queensland,  Queensland Cotton,  PT Kapal  Api.**

Pos terkait