Diduga Kades Selewengkan dana Desa Hingga 480 Juta,Anak muda ini Kirim Surat Terbuka Untuk Bupati

  • Whatsapp
Diduga Kades Selewengkan dana Desa Hingga 480 Juta,Anak muda ini Kirim Surat Terbuka Untuk Bupati
Surat terbuka tersebut di unggah di akun Facebook pada 25 Oktober 2021.Di sana tertulis untuk Bapak H. Devi Suhartoni.( Screenshot layar dari akun facebook Bobot Sudoyo ) ( akuupdate.id)

AKUUPDATE.ID,Musi Rawas Utara – Anak muda Desa Rantau Telang, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara,Bobot Sudoyo Menulis Surat Terbuka kepada Bupati Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Surat terbuka tersebut di unggah di akun Facebook pada 25 Oktober 2021.Di sana tertulis untuk  Bapak  H. Devi Suhartoni.

Sebagai pemuda yang peduli dengan desanya Bobot Sudoyo sudah dua kali membuat laporan terkait dugaan penyelewengan dana Desa yang di lakukan oleh kepala desa Rantau Telang,kecamatan Karang Jaya Kabupaten Musi Rawas Utara ,namun kedua kasus tersebut  diduga tidak di tindak tegas oleh inspektorat  dan hanya meminta kepala desa untuk mengembalikan dana yang diduga di selewengkan oleh kepala desa.

Bacaan Lainnya

akuupdate.id

SURAT TERBUKA BOBOT SUDOYO UNTUK BAPAK  H. DEVI SUHARTONI

Kepada Yang Terhormat

Bapak  Bupati Musi Rawas Utara

H. Devi Suhartoni

Di Tempat

Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Semoga Bapak beserta keluarga dalam keadaan sehat dan dalam lindungan Allah SWT.

Pertama-tama izinkan saya memperkenalkan diri, saya adalah Bobot Sudoyo salah seorang rakyat bapak yang lahir dan dibesarkan di Desa Rantau Telang, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara. Ini kali pertama saya membuat surat terbuka kepada Bapak sosok yang sangat saya Hormati sebagai orang nomor satu di kabupaten MURATARA. Surat terbuka ini bagian dari kepedulian saya kepada Masyarakat desa Rantau Telang, harapannya bisa sampai dan didengarkan oleh Bapak selaku Pimpinan di MURATARA

Kedua, sebagai salah satu anak desa yang mencintai negeri ini, pada kesempatan yang baik ini saya datang kepada Bapak dengan kesungguhan untuk menyampaikan beberapa hal “Curahan Hati” termasuk didalamnya apresiasi, keprihatinan dan pendapat saya tentang situasi kondisi actual saat ini. Adapun yang ingin saya sampaikan, sebagai berikut:

  1. Pak, sudah dua kali saya buat laporan tentang dugaan penyelewengan dana desa yang dilakukan oleh kepala desa Rantau Telang. Berdasarkan hasil penyelidikan dari pihak inspektorat bahwa kedua laporan saya itu benar dan terbukti kepala desa melakukan  penyelewengan Dana Desa. Tahun 2018 saya buat laporan pertama kepada inspektorat sudah diperiksa dan terbukti sesuai dengan laporan yang saya buat. Tapi itu hanya disuruh mengembalikan saja dengan alasan kesalahan administrasi. Tahun 2020 saya buat laporan kedua kepada inspektorat sudah diperiksa dan terbukti bahwa Kades melakukan penyelewengan terhadap dana desa sehingga merugikan negara sebesar Rp 480.000.000 (empat ratus delapan puluh juta rupiah) masih tetap disuruh mengembalikan saja dengan alasan administrasi.
  2. Saya berterimakasih kepada inspektur yang sudah menerima laporan saya dan memerintahkan tim untuk menyelidik. Hormat dan apresiasi yang setinggi-tingginya saya sampaikan kepada tim yang sudah memeriksa dan turun kelapangan sehingga berhasil menemukan fakta sesuai dengan laporan yang saya buat.
  3. Tanpa mengurangi rasa hormat saya, izinkan saya bertanya dan menyampaikan pendapat. Saya ingin bertanya, sejak kapan inspektorat jadi pengadilan bagi kepala desa? Apa alasan pemerintah kabupaten Musi Rawas Utara memberikan sanksi hanya dikembalikan saja? Kenapa Pemerintah Musi Rawas Utara tidak melimpahkan ke penegak hukum? Saya tidak sepakat dengan kata lain menolak kebijakan Bapak yang hanya mengembalikan saja bagi yang terbukti melakukan korupsi. Menurut saya, kerugian negara dalam hal ini dana Desa mencapai Rp 480 juta ini jumlah yang sangat besar, seandainya Dana Desa 1 M artinya hampir separuhnya dan itu baru satu proyek belum lagi yang lain. Sanksi yang diberikan cukup mengembalikan saja tidak ada efek jeranya, sehingga menciptakan perbuatan yang merugikan negara terus menerus bisa juga disebut tersistematis. Sebesar apapun pengawasan yang dilakukan oleh masyarakat jika tidak ada sanksi yang tegas dari pemerintah akan percuma. Sekali  lagi tanpa mengurangi rasa hormat saya, sesuai dengan Visi dan Misi bapak yaitu Muratara Berhidayah rasanya belum sepenuhnya Berhidayah ini diterapkan karena membiarkan atau membenarkan kesalahan orang. Mungkin bapak beranggapan laporan saya masuk itu sebelum bapak jadi Bupati, ya benar pak, laporan saya masuk bapak belum menjadi Bupati tetapi proses penyelidikan selesai ketika Bapak sudah menjadi Bupati dan pengembalian uang itu terjadi dibulan Mei 2021. Artinya Bapak sudah menjabat dan itu keputusan Bapak. Dengan demikian kebijakan pemerintah kabupaten Musi rawas Utara berbanding terbalik dengan Visi dan Misi yang bapak buat.

Demikian surat terbuka ini saya sampaikan, besar harapan saya Bapak Bupati berkenan membaca, mendengarkan serta, menjawab pertanyaan saya. Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih

          Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

                                                                                    Rantau Telang, 23 Oktober 2021

                                                                                    Hormat saya,

Bobot Sudoyo”

Pos terkait