Belajar Musik Tradisional Khas Tionghoa di Kampung Teh Yan

  • Whatsapp
Kampung Teh Yan di i Jalan Pulau Bidadari, RT.001/RW.004, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang
Kampung Teh Yan di i Jalan Pulau Bidadari, RT.001/RW.004, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang (Foto : Hafid Nur Fauzi untuk Akuupdate.id)

AKUUPDATE.ID, JAKARTA – Kota Tangerang memiliki banyak sekali kampung tematik, salah satunya adalah kampung Teh Yan ini. Kampung yang berada di Jalan Pulau Bidadari, RT.001/RW.004, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang dahulunya merupakan kampung yang tidak memiliki daya tarik wisata. Namun, setelah kampung ini diresmikan menjadi kampung tematik, kampung ini berubah menjadi lebih menarik dan ramai dikunjungi oleh para pengunjung.

Sesuai dengan namanya, konsep dari kampung ini adalah memperkenalkan alat musik tradisional khas Tionghoa agar tetap lestari dan tidak hilang. Program kampung Teh Yan ini diusung oleh Pemerintah Kota Tangerang untuk dijadikan kampung tematik direspon dengan baik. Setelah melakukan survei, Pemerintah melihat masih adanya pengrajin alat musik Tehyan dan terdapatnya Vihara di dalam kampung tersebut. Tepatnya pada tahun 2018 akhirnya kampung ini di launching secara resmi menjadi kampung Tematik.

Kondisi kampung yang sangat rapih serta hiasan mural di setiap dinding nya menjadikan kampung ini ramai dikunjungi oleh para wisatawan dari dalam maupun luar daerah, mengingat trend sekarang yakni objek wisata foto atau biasa disebut dengan Selfie. Salah satu yang menjadi daya tarik dari kampung ini adalah keberadaan pengrajin alat musik tradisional Tionghoa yaitu alat musik Tehyan yang menjadi ciri khas dari kampung tersebut. Seiring dengan berjalannya waktu alat musik Tehyan ini biasa dimainkan pada acara kebudayaan Tionghoa, seperti Gombang Kromong dan Ondel-ondel.

Tak hanya alat musik tradisional, di kampung tersebut juga terdapat perkumpulan Tjong Tek Bio seperti adanya Barongsai dan juga Liong. Hampir dari semua penghuni kampung ini adalah masyarakat keturunan Tionghoa, atau sering disebut dengan sebutan China Benteng. Luas dari kampung ini adalah kurang lebih 10 hektare.

Saya berusaha menyusuri kedalam kampung tersebut, terlihatlah seorang kakek paruh baya yang sedang mengumpulkan rerongsokan. Ternyata kakek tersebut bernama Pak Goyong, ia adalah seorang pengrajin alat musik Tehyan sekaligus maestro. Kakek berusia 75 tahun itu sangat konsisten untuk melestarikan alat musik tradisional yang menjadi salah satu alat musik dari China yang terus berkembang dan menjadi salah satu bagian dari warga Cina Benteng yang tinggal saat ini di Kota Tangerang.

Penulis : Hafid Nur Fauzi, mahasiswa FISIP UNIS Tangerang, prodi jurnalistik