4 Fakta Kasus Bupati Muba Terjaring OTT KPK

  • Whatsapp
Ini 4 Fakta Kasusnya Bupati Muba Terjaring OTT KPK
Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin beserta pejabat lainnya terjating OTT KPK (Foto : dok.KPK)

AKUUPDATE.ID,Jakarta – Bupati Muba terjaring OTT KPK. Hal tersebut disebabkan oleh dugaan korupsi suap pengadaan barang dan jasa infrastruktur yang dilakukan oleh Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin beserta pejabat lainnya.

“Dalam kegiatan tersebut, tim KPK mengamankan beberapa pihak pejabat di lingkungan Pemkab Muba. Sejauh ini ada sekitar 6 orang diantaranya bupati Kabupaten Muba dan beberapa ASN di lingkungan Pemkab Muba,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Sabtu (16/10/2021).

Bacaan Lainnya

akuupdate.id

Lantas, apa saja fakta-fakta dari kasus ini? Simak ulasan berikut ini.

Sebelumnya, diketahui bahwa KPK tidak hanya menetapkan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin saja dalam kasus ini, tetapi juga bersama sejumlah pejabat lainnya. Dodi pun langsung ditahan di rutan KPK.

“Setelah dilakukan pengumpulan berbagai bahan keterangan terkait dugaan tindak pidana korupsi yang dimaksud, KPK meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan dengan mengumumkan 4 tersangka,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (16/10).

Adapun daftar tersangka lainnya adalah:

Sebagai penerima suap:

1. Dodi Reza Alex Noerdin (DRA) Bupati Bupati Musi Banyuasin periode 2017-2022

2. Herman Mayori (HM) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Musi Banyuasin

3. Eddi Umari (EU) Kepala Bidang SDA/PPK Dinas PUPR Kabupaten Musi Banyuasin

Pemberi suap:

4. Suhandy (SUH), swasta, Direktur PT Selaras Simpati Nusantara

KPK menyita uang tunai lebih dari Rp 1,7 miliar dalam OTT tersebut. Uang pertama yang dibungkus kantong plastik telah diamankan penyidik KPK ketika menangkap Kadis PUPR Kabupaten Musi Banyuasin, Herman Mayori (HM).

Direktur PT Selaras Simpati Nusantara Suhandy (SUH) memberikan uang itu kepada Bupati Dodi Reza Alex. Uang tersebut dikirimkan melalui Herman dan Kabid SDA/PPK Dinas PUPR Kabupaten Banyuasin Eddi Umari (EU). KPK menyebut bahwa pengiriman uang itu berdasarkan data transaksi perbankan.

“Selanjutnya, dari data transaksi perbankan diperoleh informasi adanya transfer uang yang diduga berasal dari perusahaan milik SUH kepada rekening bank milik salah satu keluarga EU,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Sabtu (16/10/2021).

Setelah uang itu masuk, keluarga Eddi Umari lalu melakukan tarik tunai untuk selanjutnya diserahkan kepada Eddi Umari. Kemudian Eddi Umari memberikan uang tersebut ke Herman.

“Tim selanjutnya bergerak dan mengamankan HM di salah satu tempat ibadah di Kabupaten Muba dan ditemukan uang sejumlah Rp 270 juta dengan dibungkus kantung plastik,” ujarnya.

Uang itu diketahui adalah commitment fee terkait pemenangan perusahaan Suhandy dalam proyek infrastruktur di Pemkab Muba.(red)

Pos terkait